PEMBENTUKAN IKATAN C-C
Atom Karbon memiliki massa 12
dengan nomor atom 12. Konfigurasi elektronnya adalah 1s2, 2s2, 3p2, dan
mengalami hibridisasi dimana 1 elektron dari orbital 2s berpindah ke orbital
2pz, sehingga memiliki konfigurasi stabil 1s2, 2s1, 2p3, dengan membentuk orbital
hybrid sp3.
Pembentukan ikatan C-C dapat
dikatakan juga sebagai ikatan tunggal atom karbon (ikatan kovalen homolitik). Sesuai
dengan keistimewaan atom karbon yaitu memiliki empat elektron
valensi yang dapat membentuk ikatan antar karbon berupa
ikatan tunggal ,ikatan rangkap , ikatan rangkap tiga selain itu
dapat pula membentuk rantai melingkar ( siklik) hal inilah yang menyebabkan
mengapa atom karbon banyak senyawanya dijumpai, contoh metana, etana, etena,
etuna, siklopropana, benzena dll.
1. Melalui Reaksi Radikal bebas, Tidak terkendali, dapat melakukan reaksi berantai (tidak digunakan dalam sintesis).
2. Melalui reaksi antara C+ dengan C- Lebih terkendali (digunakan dalam sintesis).
Berdasarkan gaya dorong
reaksinya, reaksi ini dapat digolongkan atas tiga jenis, kondensasi aldol,
reaksi Grignard dan reaksi Diels-Alder.
1.
Reaksi aldol
Adalah salah salah satu pembentukan ikatan karbon-karbonyang
penting dalam kimia organik. Dalam bentuk yang umum, ia melibatkan adisi
nukleofilik enolat keton ke sebuah aldehid, membentuk sebuah keton betahidroksi
atau aldol (aldehid =+ alkohol), sebuah struktur senyawa obat yang ditemukan
secara alami. Kadang-kadang, produksi aldol melepaskan molekul air selama
reaksi dan membentuk keton alfa, beta tak jenuh. Hal ini dinamakan kondensasi
aldol.
Kondensasi aldol adalah sebuah reaksi organik antara ion enolat dengan
senyawa karbonil ,
membentuk β-hidroksialdehida atau β-hidroksiketon dan diikuti dengan dehidrasi, menghasilkan
sebuah enon terkonjugasi.
Reaksi kondensasi adalah reaksi di mana dua molekul sederhana atau lebih
bersambung menjadi satu molekul besar dengan atau tanpa hilangnya satu molekul
kecil.
2.
Reaksi grignard
adalah contoh
reaksi senyawa organologam. Karena berbagai jenis aldehida dan keton mudah
didapat, berbagai senyawa organik dapat disintesis dengan bantuan reaksi
Grignard. Tahap awal reaksi adalah reaksi pembentukan metilmagnesium iodida,
reagen Grignard, dari reaksi antara alkil halida (metil iodida dalam contoh di
bawah ini) dan magnesium dalam dietil eter kering.
CH3I + Mg –> CH3MgI
Dari persamaan reaksi di atas dapat dilihat bahwa magnisium
terikat langsung dengan karbon. Senyawa semacam ini yang sering disebut sebagai
reagen Grignard dengan ikatan C-logam dimasukkan dalam golongan senyawa
organologam. Ikatan C-logam sangat labil dan mudah menghasilkan kabanion
seperti CH3– setelah putusnya ikatan logam-karbon. Ion
karbanion cenderung menyerang atom karbom bermuatan positif. Telah dikenal luas
bahwa atom karbon gugus aldehida atau gugus keton bermuatan positif karena
berikatan dengan atom oksigen yang elektronegatif. Atom karbon ini akan
diserang oleh karbanion menghasilkan adduct yang akan menghasilkan alkohol
sekunder dari aldehida atau alkohol terseir dari keton setelah hidrolisis.
3.
Reaksi Diels-Alder
Gaya dorong reaksi
Grignard adalah tarik-menarik antara dua muatan listrik yang berbeda antara dua
atom karbon. Reaksi semacam ini disebut dengan reaksi ionik atau reaksi polar.
Ada pula jenis lain reaksi organik. Salah satunyaa adalah reaksi radikal, yang
gaya dorongnya adalah radikal reaktif yang dihasilkan dalam reaksi. Bila
dihasilkan radikal fenil, radikal ini akan menyerang molekul benzene akan
menghasilkan bifenil.
PENYERANGAN ELEKTROFILIK DAN NUKLEOFILIK
Pada proses heterolisis akan terjadi nukleofil dan elektrofil. Nukleofil adalah spesies (atom / ion/ molekul) yang kaya elektron, sehingga dia tidak suka akan elektron tetapi suka akan nukleus (inti yang kekurangan elektron). Contoh nukleofil:
Sedangkan elektrofil adalah spesies (atom / ion / molekul) yang kekurangan elektron,sehingga ia suka akan elektron. Contoh elektrofil:
Reaksi senyawa karbon pada dasarnya adalah reaksi antara suatu nukleofil dengan suatu elektrofil.
Reaksi Substitusi
Salah satu dari penerapan elektrofil maupun nukleofil adalah dalam reaksi substitusi. Reaksi substitusi terjadi apabila sebuah atom atau gugus yang berasal dari pereaksi menggantikan sebuah atom atau gugus dari molekul yang bereaksi. Reaksi substitusi dapat terjadi pada atom karbon jenuh atau tak jenuh.
1. Reaksi substitusi nukleofilik
Pada reaksi substitusi nukleofilik atom/ gugus yang diganti mempunyai elektronegativitas lebih besar dari atom C, dan atom/gugus pengganti adalah suatu nukleofil, baik nukleofil netral atau nukleofil yang bermuatan negatif.
2. Reaksi substitusi elektrofilik
Benzena memiliki rumus molekul C6H6, dari rumus molekul tersebut seyogyanya benzena termasuk golongan senyawa hidrokarbon tidak jenuh. Namun ternyata benzena mempunyai sifat kimia yang berbeda dengan senyawa hidrokarbon tidak jenuh. Beberapa perbedaan sifat benzena dengan senyawa hidrokarbon tidak jenuh adalah diantaranya bahwa benzena tidak mengalami reaksi adisi melainkan mengalami reaksi substitusi. Pada umumnya reaksi yang terjadi terhadap molekul benzena adalah reaksi substitusi elektrofilik, hal ini disebabkan karena benzena merupakan molekul yang kaya elektron.
Ada 4 macam reaksi substitusi elektrofilik terhadap senyawa aromatik, yaitu:
Reaksi Adisi
Reaksi adisi terjadi pada senyawa tak jenuh. Molekul tak jenuh dapat menerima tambahan atom atau gugus dari suatu pereaksi. Dua contoh pereaksi yang mengadisi pada ikatan rangkap adalah brom dan hidrogen. Adisi brom biasanya merupakan reaksi cepat, dan sering dipakai sebagai uji kualitatif untuk mengidentifikasi ikatan rangkap dua atau rangkap tiga. Reaksi adisi secara umum dapat digambarkan sebagai berikut:
1. Adisi elektrofilik
Tahap reaksi adisi elektrofilik adalah:
· Tahap 1: serangan terhadap elektrofil E+yang terjadi secara lambat,
· Tahap 2 : serangan nukleofil terhadap karbonium,
Sebagai contoh apabila etena bereaksi dengan HBr , mekanisme reaksi mengikuti langkah sebagai berikut:
2. Adisi nukleofilik
Tahap reaksi adisi nukleofilik adalah:
Adisi nukleofilik ini khusus untuk HX terhadap senyawa C = C – Z, dimana Z adalah CHO, COR, COOR, CN, NO2, SO2R, gugus ini mendominasi delokalisasi elektron pada senyawa intermediet.
Contoh: bagaimana mekanisme reaksi : CH2=CH-CH=O + Nu- + HZ?
Dari rensonan 1:
Dari Rensonan 2:
Daftar Pustaka:
Nana Sutresna. 2008. Kimia. Bandung : Grafino Media Pratama
Firdaus, 2013, Kimia Organik Fisik II, Lembaga Kajian dan Pengembangan Pendidikan Universitas Hasanuddin, Makassar.
Hart, Harold. 2004. Kimia Organik. Jakarta: Erlangga
H. Pine, Stanley dkk.1998. Kimia Organik 2 Edisi ke-4. Bandung. ITB
pertanyaan:
1. Mengapa reaksi radikal bebas pembentukan ikatan C-C tidak digunakan dalam sintesis?
2. Apa saja yang mempengaruhi terhadap penyerangan elektrofilik dan nukleofili?














20 komentar:
Hai Gio. Menurut saya,
1. menurut pembahasan di materi pada reaksi radikal itu jarang digunakan dalam sintesis karena kurang terkendali jika dibandingkan reaksi karbon nukleofil dan elektrofil, dan juga pada reaksi radikal akan terjadi reaksi berantai.
2. menurut saya yang mempengaruhi adalah substratnya (mis : alkil halida primer, sekunder, tersier), nukleofilnya, gugus pergi, serta pelarut
Terimakasih
Terima kasih atas materinya
Menurut saya mengapa reaksi radikal bebas pembentukan ikatan c-c tidak digunakan dalam sintesis karena reaksi yg berlangsung kurang terkendali dan dapat melakukan reaksi berantai.
terimakasih atas materinya disini untuk reaksi radikal sulit dikendalikan dan juga akan membentuk reaksi berantai
selanjutnya untuk elektrofilik dan nukleofil adalah bergantung dari gugus penyerang dan akan diserangnya terimakasih
materi yang menarik gio, alasan reaksi radikal bebas tidak dilakukan dalam sintesis pembentukan ikatan C-C dikarenakan reaksinya tidak terkendali, dapat terjadi reaksi berantai. Faktor yang mempengaruhi penyerangan elektrofil dan nukleofil yaitu substrat, gugus penyerangnya, gugus pergi dan pelarut
Menurut saya untuk jawaban no. 2 yang mempengaruhi terhadap penyerangan elektrofilik dan nukleofilik yaitu dipengaruhi oleh adanya efek substratnya seperti alkil halida primer, sekunder, maupun tersier, kekuatan nukleofilnya, gugus pergi, serta pelarut yang digunakan
Menurut saya untuk jawaban no. 2 yang mempengaruhi terhadap penyerangan elektrofilik dan nukleofilik yaitu dipengaruhi oleh adanya efek substratnya seperti alkil halida primer, sekunder, maupun tersier, kekuatan nukleofilnya, gugus pergi, serta pelarut yang digunakan
Terimakasih gio,saya mencoba menjawab pertanyaan anda,yaitu reaksi radikal bebas tidak dilakukan dalam sintesis pembentukan ikatan C-C dikarenakan reaksinya tidak terkendali, dapat terjadi reaksi berantai. Faktor yang mempengaruhi penyerangan elektrofil dan nukleofil yaitu substrat, gugus penyerangnya, gugus pergi dan pelarut
terima kasih atas materinya, menurut saya jawaban pertanyaan no 1 pembentukan ikatan C-C jarang melalui pembenrukan radikal bebas karena pembentukan secara radikal bebas sulit dikendalikan, reaksi terjadi secara berantai terus-menerus
terimakasih gio mnurut saya pertanyaan pertama yaitu reaksi radikal bebas pembentukan ikatan C-C tidak digunakan dalam sintesis karena pembentukan melalui jalur tsb tidak dapat di kontrol sehingga hasil yang di dapat tidak stabil dan reaksi nya berantai
terima kasih gio atas materi yang dipaparkan. menurut saya jawaban pertanyaan no 1 pembentukan ikatan C-C jarang melalui pembenrukan radikal bebas karena pembentukan secara radikal bebas sulit dikendalikan, reaksi terjadi secara berantai terus-menerus. dan untuk jawaban no. 2 yang mempengaruhi terhadap penyerangan elektrofilik dan nukleofilik yaitu dipengaruhi oleh adanya efek substratnya seperti alkil halida primer, sekunder, maupun tersier, kekuatan nukleofilnya, gugus pergi, serta pelarut yang digunakan
Terimakasih gio
Untuk pertanyaannya
1. Reaksi radikal bebas tidak digunakan dalam sintesis pembentukan ikatan C-C karena reaksi radikal tidak dapat dikendalikan serta membentuk reaksi berantai.
2. Faktor yang mempengaruhi penyerangan elektrofil dan nukleofil yaitu substrat, gugus penyerang, gugus pergi (leaving group) dan pelarut (solvent)
Sekian :)
Terimaakasih atas materinya gio
Pertanyaan pertama alasan reaksi radikal bebas tidak dilakukan dalam sintesis pembentukan ikatan C-C dikarenakan reaksinya tidak terkendali, dapat terjadi reaksi berantai.
Pertanyaan kedua yang mempengaruhi terhadap penyerangan elektrofilik dan nukleofilik yaitu adanya efek substratnya seperti alkil halida primer, sekunder, maupun tersier, kekuatan nukleofilnya, gugus pergi, serta pelarut yang digunakan. Terimakasih
Terimakasih atas penjelasannya giotama, baiklah saya akan mencoba menjawab pertanyaannya
2.yang mempengaruhi terhadap penyerangan elektrofilik dan nukleofilik yaitu dipengaruhi oleh adanya efek substratnya seperti alkil halida primer, sekunder, maupun tersier, kekuatan nukleofilnya, gugus pergi, serta pelarut yang digunakan
Terimakasih :)
terimakasih atas materinya..
saya akan mencoba menjawab pertanyaan nomor 2 anda..
menurut saya yang mempengaruhi terhadap penyerangan elektrofilik dan nukleofilik adalaj adanya efek substratnya seperti alkil halida primer, sekunder, maupun tersier, kekuatan nukleofilnya, gugus pergi, serta sifat dari pelarut yang digunakan
Terimakasih untuk materinya
menurut saya
1. Reaksi radikal bebas tidak digunakan dalam sintesis pembentukan ikatan C-C karena reaksi radikal tidak dapat dikendalikan yang dapat membentuk reaksi berantai atau berkepanjangan.
2. Faktor yang mempengaruhi penyerangan elektrofil dan nukleofil yaitu substrat(seperti alkil halida primer, sekunder, maupun tersier), gugus penyerang, gugus pergi (leaving group) dan pelarut (solvent)
Terimakasih atas materinnya
Menurut saya pertanyaan pertama pada reaksi radikal itu jarang digunakan dalam sintesis karena kurang terkendali, dan juga pada reaksi radikal akan terjadi reaksi berantai.
2. Faktor yang mempengaruhi penyerangan elektrofil dan nukleofil yaitu substrat, gugus penyerang, gugus pergi dan pelarut
untuk jawaban nomor 1:
karena reaksi radikal dapat menyebabkan terjadinya reaksi berantai dan tidak dapat dikendalikan
baiklah saya akan mencoba menjawab pertanyaan dari saudara gio
untuk nomor 1
pada pembentukan radikal bebas berlangsung secara berantai sehingga sulit dikontrol atau tidak terkendali maka dalam hal ini tidak dilakukan untuk sintesis karena sulit dikontrol tadi
untuk nomor 2
dipengaruhi oleh adanya efek substratnya seperti alkil halida primer, sekunder, maupun tersier, kekuatan nukleofilnya, gugus pergi, serta pelarut yang digunakan
menurut saya
1. pada reaksi radikal itu jarang digunakan dalam sintesis karena kurang terkendali, dan juga pada reaksi radikal akan terjadi reaksi berantai.
2. Faktor yang mempengaruhi penyerangan elektrofil dan nukleofil yaitu substrat, gugus penyerang, gugus pergi dan pelarut
Terimakasih untuk materinya
menurut saya
1. Reaksi radikal bebas tidak digunakan dalam sintesis pembentukan ikatan C-C karena reaksi radikal tidak dapat dikendalikan yang dapat membentuk reaksi berantai atau berkepanjangan.
2. Faktor yang mempengaruhi penyerangan elektrofil dan nukleofil yaitu substrat(seperti alkil halida primer, sekunder, maupun tersier), gugus penyerang, gugus pergi (leaving group) dan pelarut (solvent)
Posting Komentar